#You may also like

Tutorial Komputer

Membuat Daftar Isi Otomatis - Untuk setiap karya ilmiah seperti makalah, skripsi dll niscaya akan selalu ada daftar isi. Selain tugas sekolah tugas kantor pun niscaya seperti proposal pasti membutuhkan daftar isi supaya mengetahui tata letak halaman menggunakan mudah. Jika umumnya membuat daftar isi dilakukan secara manual dengan mengetik satu persatu manual lalu memberi titik-titik itu pun wajibbulak balikbuka tugasnya buat melihat halamannya. nah itu seluruh ribet terdapat yg gampang tinggal mengerjakan kemudian otomatis ada daftar isinya, kalo ada yg mudah ngapain cari yg lain hehe. Ini cara membuat daftar isi otomatis

Baiklah, yang pertama wajibkita lakukan (sehabis membaca basmallah) yaitu membuka Microsoft Word (Saya harap para pembaca sudah mengerti cara membuka perangkat lunak ini. Kalau belum, sanggup komentar di bawah, mungkin mampu jadi referensi bagi aku dalam penulisan artikel berikutnya).Setelah kita membuka dokumen baru di word, maka kita akan melihat kertas kosong. Coba isi dengan judul-demi judul.Yang perlu diperhatikan merupakan penggunaan format penulisan Heading 1 dan Heading dua dalam judul dan subjudul yang ingin dijadikan tertera pada daftar isi.

Maka kita wajibmengklik Heading 1 buat judul, & Heading dua buat subjudul tulisan kita.Satu hal lagi sebelum kita melanjutkan penulisan, buat membuat daftar isi otomatis ini, kita mesti memasukkan laman number dulu ke dokumen lembar kerja. Caranya klik Insert => Page Number, format sesuai kebutuhan.Kemudian langsung ke percobaan, disini saya akan menggunakan dokumen yang telah saya tulis judul-judulnya saja, mitra-mitra tinggal aplikasikan di dokumen yg baru atau di dokumen yg sudah terdapat.Saya telah menulis judul pada lembaran kertas yang berbeda, mulai menurut lembaran ratifikasi, kata pengantar, daftar isi, dan seterusnya.

apabila dalam dokumen yg sudah ditulis judulnya misalnya ini, kita wajibmengedit satu persatu bagian judul menjadi berformat Heading menggunakan memblok seluruh judul & mengklik tombolHeading.Cara cepatnya adalah dengan cara memperkecil tampilan lembar kerja misalnya di atas, jadi semua dokumen dapat dikendalikan dalam sekali kerja tanpa harus menscroll ke bawah satu persatu.Setelah semua tampilan kerja terlihat, blok semua judul dengan cara pendam tombol Ctrl & blok seluruh judul satu persatu tanpa melepas tombol Ctrl.Setelah semua judul berhasil diblok, klik Heading 1. Akan terlihat tampilan seperti di bawah ini.

Tapi yg perlu diperhatikan, format tulisan misalnya pada atas pastinya nir sesuai buat format penulisan ilmiah, maka perlu diedit lagi, caranya sama misalnya tadi, blok semua judul, ganti format tulisan sesuai format penulisan karya tulis ilmiah, contohnya menggunakan Times New Roman, format letak homogen tengah (justify) atau menggunakan menekan Ctrl + J, ganti warna tulisan dengan rona hitam (Automatic), serta berukuran huruf, umumnya menggunakan ukuran 12 atau 14 buat judul.

Setelah berhasil seperti di atas, lanjut ke pembuatan daftar isi secara otomatis.Pertama sekali,letakkan kursor pada lembaran kerja yang ingin dijadikan daftar isi.

Klik menu Table of contents (yang saya beri kotak merah pada atas).

Klik Automatic Table, dan anda akan mendapat output seperti di bawah.

Lihatlah hasilnya, anda nir perlu menulis satu persatu judul pada daftar isi. Bonusnya lagi, letak halaman berdasarkan semua judul secara otomatis telah eksklusif tertulis pada sana tanpa perlu kamu cek satu persatu. buat selanjutnya, mampu diedit sinkron selera, misalnya menggunakan menghapus goresan pena Contents sehingga hasil akhirnya akan misalnya di bawah ini.

Pengenalan Kriptografi -Dizaman yg modern ini keaman komputer, file dll sebagai suatu hal yg sangat penting, karena berhubungan dengan apa yg kita kerjakan wajibterjaga menggunakan baik. Pernah mendengan MD5? keliru satu cara pengamanan yang poly dipakai. Bagi kamu yg masih pemula seperti gw ini,krusial mengetahui dasar pengamanan dalam personal komputer . Berikut aku share mengenai sosialisasi kriptografi yg nantinya herbi keamanan komputer. Kriptografi merupakan ilmu yg mengusut bagaimana menciptakan suatu pesan yang dikirim pengirim bisa disampaikan pada penerima dengan aman. Kriptografi berasal menurut 2 istilah yaitu Crypto yg berarti  secret (misteri) dan graphy yg berarti writing (tulisan) 

Kriptografi dapat memenuhi kebutuhan umum suatu transaksi antara lain:Kerahasiaan (confidentiality) dijamin dengan melakukan enkripsi (penyandian). Keutuhan (integrity) atas data-data pembayaran dilakukan menggunakan fungsi hash satu arah.Jaminan atas bukti diri & keabsahan (authenticity) pihak-pihak yang melakukan transaksi dilakukan menggunakan memakai password atau sertifikat digital. Sedangkan keotentikan data transaksi dapat dilakukan menggunakan tanda tangan digital.Transaksi bisa dijadikan barang bukti yang nir mampu disangkal (non-repudiation) dengan memanfaatkan pertanda tangan digital & sertifikat digital.Fungsi-fungsi yg fundamental dalam kriptografi adalah enkripsi dan dekripsi. Enkripsi merupakan proses mengganti suatu pesan orisinil (plaintext) sebagai suatu pesan pada bahasa sandi (ciphertext).

atau dapat ditulisC = E (M)Dimana, M = pesan asliE = proses enkripsi C = pesan dalam bahasa sandi (ciphertext)

Sedangkan dekripsi merupakan proses membarui pesan dalam suatu bahasa sandi menjadi pesan orisinil kembali. atau bisa ditulisM = D (C)Dimana, D = proses dekripsi

Biasanya, selain memakai fungsi tertentu dalam melakukan enkripsi & dekripsi, sering fungsi enkripsi dan dekripsi tersebut diberi parameter tambahan yg dianggap menggunakan kata kunci.

Berikut interaksi antara enkripsi, kunci & dekripsi pada bentuk gambar,

Gambar 1. Hubungan antara enkripsi & enkripsi

Kekuatan menurut algoritma kriptografi biasanya bergantung pada kuncinya, oleh sebab itu kunci yg lemah nir boleh digunakan. Panjang kunci yang dipakai jua memilih kekuatan dari dari prosedur pemecahankriptografi model kunci yg panjangnya 128bit lebih sukar dipecahkan bila dibandingkan menggunakan kunci 56bit menggunakan prosedur pemecahanyang sama. Hal ini ditimbulkan karena keyspace yang harus dicoba menggunakan metode "brute force"semakin kompleks.

Berdasarkan jenis kunci yang digunakan prosedur pemecahankriptografi dibagi sebagai dua yaitu:Algoritma Kunci Simetris (Symmetric Key Algorithm)Algoritma Kunci Asimetris (Assymmetric Key Algorithm)Algoritma kunci simetris adalah algoritma dimana proses enkripsi & dekripsinya memakai kunci yang sama.

Gambar dua. Illustrasi Algoritma Kunci SimetrisKelebihan prosedur pemecahankunci simetris adalah :Waktu proses buat enkripsi dan dekripsi nisbi cepat, hal ini disebabkan lantaran efisiensi yang terjadi pada pembangkit kunci.Lantaran cepatnya proses enkripsi & dekripsi, maka prosedur pemecahanini dapat digunakan dalam sistem secara real-time misalnya saluran telepon digital.Sedangkan kelemahan algoritma kunci simetris adalah :Untuk tiap pasang pengguna diharapkan sebuah kunci yang tidak selaras, sedangkan sangat sulit buat menyimpan & mengingat kunci yg poly secara aman, sehingga akan menyebabkan kesulitan pada hal manajemen kunci.Perlu adanya kesepakatanuntuk jalur yg khusus untuk kunci, hal ini akan menyebabkan perkara yg baru karena tidak gampang buat memilih jalur yang aman buat kunci, kasus ini tak jarang disebut menggunakan "Key Distribution Problem".Apabila kunci hingga hilang atau bisa ditebak maka sistem kriptografi yg dipakai tidak aman lagi.

Sedangkan algoritma kunci asimetris merupakan algoritma dimana proses enkripsi & dekripsinya memakai kunci yg tidak selaras yaitu kunci public(Public Key) & kunci private(Private Key).Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia sang si pengguna. Walau kunci publik sudah diketahui tetapi akan sangat sukar mengetahui kunci privat yang dipakai.

Kelebihan algoritma kunci asimetris adalah :Masalah keamanan dalam distribusi kunci bisa lebih baik.Masalah manajemen kunci yang lebih baik lantaran jumlah kunci yg lebih sedikit.

Sedangkan kelemahan algoritma kunci asimetris adalah :Kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan algoritma simetris.Untuk taraf keamanan sama, kunci yang digunakan lebih panjang dibandingkan menggunakan algoritma simetris.

Contoh prosedur pemecahansimetris misalnya DES, Triple DES, AES, blowfish, twofish, dll. Sedangkan model algoritma Asimetris misalnya RSA, El Gamal, dll.

Post a Comment

0 Comments